Archive for Januari, 2010

Kudus

Pantai Morosari Demak


Pantai morosari terletak di Sayung Demak. Keberadaannya memang belum sebeken pantai Marina (Semarang), pantai Kartini (Rembang) maupun pantai Bandengan (Jepara). Namun bukan berarti, pantai ini sepi pengunjung.
Pantai yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Anwusa Demak, ini memang masih sangat belia bahkan masih “Balita”. Pantai ini baru dikembangkan sejak 2006 kemarin.
Meski masih Balita, tetapi menurut Bapak Muchsin, kepala unit pengelola pantai Morosari, tingkat kunjungan masyarakat terhadap pantai ini cukup menggembirakan.
“Rata-rata 200 pengunjung per hari. Kalau hari Minggu atau hari libur bahkan bisa mencapai 500-an,” terangnya.
Ia manambahkan, pada lebaran kemarin, tingkat kunjungan masyarakat sangat tinggi. “Selama 7 hari saat lebaran kemarin, sekitar 14.000 pengunjung memanfaatkan pantai ini untuk berwisata.” Baca lebih lanjut

Obyek Wisata Colo


Obyek Wisata Colo Kudus terletak sekitar 18 Km ke arah utara dari pusat kota Kudus, tepatnya di kawasan Pegunungan Muria, Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus.

Di Obyek Wisata Colo, pengunjung/wisatawan dapat menikmati panorama alam pegunungan yang indah mempesona dengan udara yang bersih dan sejuk, sehingga selain sebagai lokasi rekreasi dan tempat tujuan berziarah ke Sunan Muria, Colo juga sering dimanfaatkan sebagai lokasi penyuluhan, pembinaan, konvensi, diklat (pendidikan dan pelatihan); rapat-rapat (raker, rakor, dll) yang termasuk kegiatan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang diadakan di Convention Hall Pesanggrahan Colo. Baca lebih lanjut

Taman Poci dan Tahu Aci


Sang surya mulai beranjak naik, saat angkot yang aku tumpangi sampai ke tempat yang aku tuju. Setelah membayar ongkos aku segera menuju gerbang. Aku melihat banyak orang berjalan-jalan sambil menghirup segarnya udara pagi. Yah, akhirnya sampai juga aku ke tempat yang telah banyak dibicarakan orang.
idepan pintu gerbang aku berhenti sejenak. Aku memandang gerbang yang megah dihiasi motif Batik Tegal. Di puncak tiang gerbang sebelah kanan terdapat Replika Poci, sedangkan di tiang sebelah kiri terdapat replika Tahu Aci. Sedangkan lambang kota dan kabupaten Tegal masing-masing ada ditengah-tengah tiang sebelah kanan dan kiri pintu gerbang. Antar tiang sebelah kanan dan kiri dihubungkan dengan tiang balok horisontal bertuliskan ” Selamat Datang Di Taman Poci & Tahu Aci Tegal”.
Baca lebih lanjut

Masjid Agung Tegal

Asal usul Martabak Lebaksiu Tegal

Martabak adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak.
Pertama adalah martabak telor, yang kedua adalah martabak terang bulan atau biasa disebut martabak manis.Di India martabak, susunannya adalah sebagia berikut :
Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur bayam, dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng, setelah membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu dihidangkan dengan kare kambing/gulai. Itulah aslinya martabak telur atau di India disebut moortaba.

Di negeri India, makanan lain sejenis martabak telur adalah : Nan, Roti Cane, Chappaty, Purata, Poory, Samosa. Makanan-makanan teresbut masuk pada kategori makanan sedang/ringan. Dan bisa juga menjadi menu makanan utama disana. Baca lebih lanjut

Musium Kretek

Obyek Wisata Museum Kretek terletak sekitar 3 Km ke arah selatan dari pusat kota Kudus, tepatnya di Desa Getas Pejaten Kecamatan Jati Kudus.
Museum Kretek dibangun sebagai simbol kota Kudus sebagai Kota Kretek, berdasarkan gagasan dari Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, H. Soepardjo Roestam dan diresmikan pembukaan pada tanggal 3 Oktober 1986 oleh Menteri dalam Negeri RI, H. Soepardjo Roestam. Tujuan pembangunan Museum Kretek adalah untuk menyajikan benda-benda koleksi yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan rokok kretek sebagai upaya meningkatkan nilai-nilai kewiraswastaan masa lalu dan masa kini untuk diteruskan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Dengan demikian generasi muda pada saat ini dan mendatang diharapkan memiliki jiwa kewiraswastaan yang tangguh.

Museum Kretek merupakan tempat untuk merekonstruksi sejarah Rokok Kretek Kudus dari era kejayaan Raja Rokok Kretek Kudus, Niti Semito, sampai dengan perkembangan industri rokok Kudus era modern sekarang ini. Jadi Museum Kretek memiliki fungsi sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan rekreasi.

Museum Kretek menyimpan berbagai peralatan dan mesin-mesin tradisional pembuatan rokok kretek dan rokok klobot serta sarana promosi rokok pada masa itu. Selain itu, pengunjung juga dapat mengamati foto-foto dokumentasi lintasan sejarah rokok kretek Kudus dan juga dapat mengamati “diorama” yang menggambarkan : proses produksi tradisional dengan tangan (tanpa alat bantu) dan produksi rokok giling tangan, yang menghasilkan rokok kretek dan rokok klobot; dan proses produksi rokok filter dengan mesin modern. Di samping itu ada Diorama yang menggambarkan proses penanaman dan pengolahan bahan baku rokok kretek (tembakau, cengkeh, dan klobot jagung).

Fasilitas yang ada didalamnya yaitu : Di kawasan Museum Kretek, tersedia lahan parkir, warung makan, taman peristirahatan, warung telekomunikasi (wartel); dan MCK/toilet.