Musium Batik Indonesia Pekalongan



Telecenter museum batik berdiri pada tanggal 13 Agustus 2008 diluncurkan bersamaan dengan peringatan hari kebangkitan teknologi nasional di Kota Pekalongan untuk memperkaya kelengkapan Museum batik di Kota Pekalongan. Telecenter ini rencananya akan dipergunakan sebagai sarana pembelajaran masyarakat khususnya dan pusat pemberdayaan bagi masyarakat yang ingin mengenal segala sesuatu tentang batik. Lebih dari itu diharapkan dapat menjadi sarana atau tempat berkreativitas bagi para komunitas yang bergerak di bidang batik.

Para pengelola Telecenter Museum batik di Kota Pekalongan ini terdiri dari manajer, fasilitator, redaktur umum dan didukung oleh tenaga TIK berikut ini:

Manager : Ir. MM Soemarni, MM

Fasilitator : Zahir Widadi, SS

Redaktur Umum : Ir. Erri Getarawan

Tenaga IT : Raditya Riefananda, Eko Murdianto

dan hebatnya Museum Batik Indonesia di Kota Pekalongan dipromosikan menjadi museum nasional. Pasalnya, sekarang ini telah mendapat pengakuan sebagai tempat pelestarian dan pengembangan batik.

Menurut Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad, pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia yang dikeluarkan oleh UNESCO membuat kepopuleran kerajinan tersebut meningkat.

Selain itu, Museum Batik menjuarai Sapta Pesona mengalahkan Candi Borobudur. ”Ini sangat membanggakan lagi karena setelah muncul pengakuan UNESCO terhadap batik, museumnya memenangkan lomba Sapta Pesona mengalahkan Candi Borobudur yang pernah menjadi salah satu keajaiban dunia,” katanya.

Tak hanya sebatas dua pengakuan itu saja, Museum Batik sekarang juga diakui sebagai tempat pelestarian dan pengembangan batik. Sehingga akan direkomendasikan menjadi museum nasional.

Wali Kota menegaskan, pihaknya akan konsisten untuk terus mengembangkan keberadaan Museum Batik benar-benar dapat dijadikan sebagai museum nasional.

”Museum batik akan terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya agar  benar-benar bisa dijadikan tempat pelestarian dan pengembangan batik, baik dari segi koleksi yang ada, pembelajaran serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM),” tandas Basyir.

Kemudian, pihaknya juga akan mempersiapkan masyarakat agar mempunyai kesadaran terhadap dunia pariwisata.

Sebab, dengan berbagai pengakuan tersebut, Kota Pekalongan akan dijadikan rujukan sebagai salah satu tempat kunjungan wisata Indonesia, tidak hanya Jawa Tengah.

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/11/11/87603/Museum-Batik-Dipromosikan-Jadi-Museum-Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: