Linggo Asri


panas dan kotor selalu identik dengan daerah sepanjang pantura, termasuk Kabupaten Pekalongan. Masih banyak yang belum tahu jika sebenarnya Kabupaten Pekalongan memiliki 50% lebih daerah pegunungan yang sejuk dan asri.

Linggo Asri adalah salah satu desa yang menjadi simbol kesejukan dan keindahan Kota Santri.

Sesuai dengan namanya, suasana asri dan sejuk menjadi ciri khas daerah itu. Kesejukan dan keindahan alam merupakan potensi unggulan yang menjadi pertimbangan Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono, untuk memilih tempat tersebut sebagai lokasi Perkemahan Bakti Saka Wanabakti dan Taruna Bumi 2005.

Acara yang disatukan dengan peringatan hari Pramuka Ke-44 di Jateng tersebut, memang membutuhkan tempat yang reprsentatif untuk kegiatan alam.

Daerah yang berada di ketinggian di atas 500 meter/dpl tersebut berbatasan langsung dengan Kecamatan Paninggaran. Di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Brengkolang dan sebelah utara dengan Desa Kutorojo, Kajen.

Selain memiliki arena perkemahan yang luas dengan dikelilingi hutan pinus nan indah serta udara pegunungan yang sejuk, desa itu juga mempunyai berbagai fasilitas rekerasi. Antara lain kolam renang, taman wisata, dan beberapa koleksi binatang. Salah satu wisata yang digemari anak-anak adalah berjalan-jalan di pegunungan dengan naik gajah.

Di desa itu juga ditemui peninggalan sejarah seperti pura dan lingga. Nama Desa Linggo Asri, menurut Kepala Desa Linggo Asri Subekhi, adalah adaptasi dari batu lingga atau prasasti. Lingga berbentuk bulat panjang memang dipunyai desa tersebut. ”Lingga itu dijadikan simbol bahwa desa itu telah berumur tua dan penuh dengan peninggalan sejarah,” ungkapnya.

Benda sejarah lain yang menyerupi pasangan lingga adalah yoni. Lingga dan yoni itu diartikan sebagai perwujudan simbol laki-laki dan perempuan. Masih ada lagi sebuah pura di dalam objek wisata Linggo Asri, yang juga penuh dengan tafsir budaya.

Selain objek wisata, Linggo Asri juga dikenal sebagai desa yang penuh dengan potensi hasil bumi seperti pisang, nilam, fanili, dan berbagai tanaman palawija. Jika masa panen tiba, hasil pisang di Linggo Asri seperti pisang ambon, raja, dan pisang hijau sangat melimpah.

Dijadikannya Linggo Asri yang berpenduduk 1.670 keluarga tersebut sebagai tempat pelaksanaan perkemahan tingkat Jateng, menurut Camat Kajen Subiyanto, bisa dijadikan sebagai titik awal untuk memantapkan desa itu sebagai simbol wisata Kabupaten Pekalongan.

Rochim (38), warga setempat mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Sebab, sedikit banyak bisa lebih memperkenalkan keindahan Linggo kepada peserta perkemahan yang berasal dari daerah lain. Namun, bukan berarti tanpa kekurangan.

Meski diperkirakan banyak memiliki sumber mata air, warga masih kesulitan mendapatkan air bersih. ”Kami berharap dengan kehadiran para pramuka, bisa membantu warga agar lebih mudah mengalirkan air bersih ke rumah-rumah,” tegasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: