Archive for the ‘Demak’ Category

Pantai Morosari Demak


Pantai morosari terletak di Sayung Demak. Keberadaannya memang belum sebeken pantai Marina (Semarang), pantai Kartini (Rembang) maupun pantai Bandengan (Jepara). Namun bukan berarti, pantai ini sepi pengunjung.
Pantai yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Anwusa Demak, ini memang masih sangat belia bahkan masih “Balita”. Pantai ini baru dikembangkan sejak 2006 kemarin.
Meski masih Balita, tetapi menurut Bapak Muchsin, kepala unit pengelola pantai Morosari, tingkat kunjungan masyarakat terhadap pantai ini cukup menggembirakan.
“Rata-rata 200 pengunjung per hari. Kalau hari Minggu atau hari libur bahkan bisa mencapai 500-an,” terangnya.
Ia manambahkan, pada lebaran kemarin, tingkat kunjungan masyarakat sangat tinggi. “Selama 7 hari saat lebaran kemarin, sekitar 14.000 pengunjung memanfaatkan pantai ini untuk berwisata.” Baca lebih lanjut

Wisata Hutan Mangrove

Indah bukan gambar-gambar diatas? Itulah eksotika sebuah hutan bakau yang dilindungi dan dipelihara dengan baik. siapapun akan terpana melihatanya, dan dia menjadi magnit bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan hutan alam ala pesisir. Namun sayang gambar-gambar tersebut bukanlah hutan mangrove yang ada di Demak.

Namun jangan khawatir, karena bukan tidak mungkin eksotika hutan bakau itu bisa dimiliki Kabupaten Demak. Baca lebih lanjut

Makam Sunan Kalijaga

Kadilangu terletak tak jauh dari Demak di Jawa Tengah. Kalau Anda datang dari arah Semarang, sebelum sampai di Demak bisa mampir ke Kadilangu dahulu. Udara biasanya panas, tetapi orang-orang yang mengalir tanpa putus wajahnya begitu tulus – dan ketulusan itulah yang memberi perasaan damai. Memang, di sanalah terletak makam yang dalam tesis Sumanto Al Qurtuby, Arus Cina-Islam Jawa: Bongkar Sejarah atas Peranan Tionghoa dalam Penyebaran Agama Islam di Nusantara Abad XV & XVI (2003) disebutkan sebagai “paling dikeramatkan di Jawa Tengah”, yakni makam Sunan Kalijaga.
Nama ini terdengar begitu akrab, tetapi lebih akrab lagi adalah karya-karyanya sebagai pendakwah kreatif, yang sering dimanfaatkan tanpa disadari lagi sebagai gubahan Sunan Kalijaga. Seperti terjadi dengan kidung Rumeksa Ing Wengi, yang disamping berfungsi sebagai kidung tolak bala, jika dibawakan Nyi Bei Madusari juga terdengar indah sekali. Perhatikan: Baca lebih lanjut

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Pulau Jawa, didirikan Wali Sembilan atau Wali Songo. Lokasi Masjid berada di pusat kota Demak, berjarak + 26 km dari Kota Semarang, + 25 km dari Kabupaten Kudus, dan + 35 km dari Kabupaten Jepara.

Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak. Struktur bangunan masjid mempunyai nilai historis seni bangun arsitektur tradisional khas Indonesia. Wujudnya megah, anggun, indah, karismatik, mempesona dan berwibawa. Kini Masjid Agung Demak difungsikan sebagai tempat peribadatan dan ziarah.

Penampilan atap limas piramida masjid ini menunjukkan Aqidah Islamiyah yang terdiri dari tiga bagian ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan “Condro Sengkolo”, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H. Baca lebih lanjut